Kamis, 16 Desember 2010

Tiga tipe hati menurut islam

1. Hati yang sehat
Hati yang se-hat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tak akan bisa selamat pada Hari Kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengannya, sebagai-mana firman Allah dalm surat (Asy-Syu'ara': 88-89).
"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Disebut qalbun salim (hati yang bersih, sehat) karena sifat bersih dan sehat telah menyatu dengan hatinya, sebagaimana kata Al-Alim, Al-Qadir (Yang Maha Mengetahui, Mahakuasa). Di samping, ia juga merupakan lawan dari sakit dan aib.
Orang-orang berbeda pendapat tentang makna qalbun salim. Sedang yang merangkum berbagai pendapat itu ialah yang mengatakan qalbun salim yaitu hati yang bersih dan selamat dari berbagai syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, bersih dan selamat dari berbagai syubhat yang bertentangan dengan berita-Nya. Ia selamat dari melaku-kan penghambaan kepada selain-Nya, selamat dari pemutusan hukum oleh selain Rasul-Nya, bersih dalam mencintai Allah dan dalam ber-hukum kepada Rasul-Nya, bersih dalam ketakutan dan berpengharap-an pada-Nya, dalam bertawakal kepada-Nya, dalam kembali kepada-Nya, dalam menghinakan diri di hadapan-Nya, dalam mengutamakan mencari ridha-Nya di segala keadaan dan dalam menjauhi dari kemung-karan karena apa pun. Dan inilah hakikat penghambaan (ubudiyah) yang tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allah semata.
2. Hati yang mati
Tipe hati yang kedua yaitu hati yang mati, yang tidak ada kehidupan di dalamnya. Ia tidak mengetahui Tuhannya, tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya. Ia bahkan selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya, meskipun dengan begitu ia akan dimurkai dan dibenci Allah. Ia tidak mempedulikan semuanya, asalkan mendapat bagian dan keinginannya, Tuhannya rela atau murka. Ia menghamba kepada selain Allah; dalam cinta, takut, harap, ridha dan benci, pengagungan dan kehinaan. Jika ia mencintai maka ia mencin-tai karena hawa nafsunya. Jika ia membenci maka ia membenci karena hawa nafsunya. Jika ia memberi maka ia memberi karena hawa nafsunya. Jika ia menolak maka ia menolak karena hawa nafsunya. Ia lebih meng-utamakan dan mencintai hawa nafsunya daripada keridhaan Tuhannya. Hawa nafsu adalah pemimpinnya, syahwat adalah komandannya, ke-bodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraannya. Ia terbuai dengan pikiran untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan dini. Ia dipanggil kepada Allah dan ke kampung akhirat dari tempat kejauhan. Ia tidak mempedulikan orang yang memberi nasihat, sebaliknya mengikuti setiap langkah dan keinginan syetan. Dunia terkadang membuatnya benci dan terkadang membuatnya senang. Hawa nafsu membuatnya tuli dan buta selain dari kebatilan. Keberadaannya di dunia sama seperti gambaran yang di-katakan kepada Laila, "Ia musuh bagi orang yang pulang dan kedamaianbagi para penghuninya. Siapa yang dekat dengan Laila tentu ia akan mencintai dan mendekati."
Maka membaur dengan orang yang memiliki hati semacam ini adalah penyakit, bergaul dengannya adalah racun dan menemaninya adalah kehancuran.

3. Hati Yang Sakit
Tipe hati yang ketiga adalah hati yang hidup tetapi cacat. Ia memiliki dua materi yang saling tarik-menarik. Ketika ia memenangkan per-tarungan itu maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keiman-an, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan berkuasa dan membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghan-curkan dan membinasakannya. Ia diuji oleh dua penyeru: Yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi sa

Selasa, 30 November 2010

Filosofi Air Dalam Kehidupan

Istilah hidup mengalir sepetrti air nampaknya bukan sebuah istilah yang terlalu tepat, sebab kita tidak tahu air itu mengalir seperti apa dan kemana dia akan mengalir. Nah hal seperti itu yang membuat kita menjadi kurang motivasi. Dan seakan-akan bergantung pada takdir semata, padahal hanya takdir kematian yang tidak bisa dirubah oleh manusia, yang lain,seperti rejeki, jodoh, dapat dirubah oleh manusia jika saja manusia mau berusaha dan berdoa untuk merubahnya.
Tapi dari beberapa yang saya utarakan diatas ada beberapa sifat air yang dapat di tiru oleh manusia.
1. Air itu tenang.
Dapat diartikan manusia harus selalu bersikap tenang,jangan emosional. Setiap kita memulai sebuah kegiatan atau aktivitas usahakan kita untuk berfikir tenang lebih dahulu,jangan merasa takut atau tidak percaya diri. Niatkan semua itu untuk ibadah kepada Allah SWT. Begitu juga ketika anda sedang menghadapi masalah. Usahakan untuk tetap berfikir tenang, jangan merasa cemas,gelisah,ataupun takut.
2. Air itu mengalir dari atas ke bawah
Artinya semakin tinggi jabatan seseorang,semakin tinggi ilmu seseorang harus semakin rendah hati,jangan sombong dengan apa yang sudah kita miliki. Ingat semua yang kita miliki itu hanya titipan Allah. Dan Kapanpun kita dapat kehilangan semua yang kita miliki.
3. Air itu fleksibel
Jika kita melihat, air itu selalu mengikuti tempat dimana ia diletakkan. Demikian juga kita, dimana kita berada harus mampu menyesuaikan diri agar kita dapat tetap berbaur debgan orang banyak, kalahkan rasa canggung atau gengsi. Ikutilah adat istiadat tempat dimana kita tinggal selama itu tidak bertentangan denan aqidah agama.
4. Air mempunyai arus
Artinya air dapat mengalir dan membasahi daerah sekitar aliran air itu dan bahkan mampu menggerakkan apa yang ada di sekitarnya. Jadi selama manusia hidup hendaklah kita dapat berbuat kebaikan yang bermanfaat untuk orang-orang yang ada disekitar kita. Dan kita juga harus mampu mengajak orang-orang di sekitar kita untuk berbuat kebaikan.

Jadi mari kita bersama-sama merubah hidup kita agar menjadi lebih baik. Ingat kita jangan berdoa kepada Alloh agar kita mempunyai umur yan panjang, tetapi berdoalah agar kita deberi keberkahan umur, sehingga kita dapaat selalu berbuat baik kepada banyak orang.

Senin, 08 November 2010

Motivasi: Remaja dan sikap terbuka

KETERBUKAAN tidak sama dengan fahaman liberal. Liberal tidak menjadikan agama dan nilainya sebagai pedoman. Ia berasaskan pendekatan empiris (logik akal) dan tidak mengambil pertimbangan al-Quran sebagai sandaran.

Keterbukaan bermakna kita memperkongsi perkara-perkara yang baik dan bermanfaat daripada sumber tamadun, budaya dan tradisi lain yang sifatnya menyumbang.

Apabila para sahabat mencadangkan kepada Nabi SAW supaya tawanan perang Badar yang mahir membaca dan menulis mengajar anak-anak orang Islam sebagai syarat pembebasan mereka, baginda menyetujuinya.

Dikatakan 17 anak-anak Islam yang belajar membaca dan menulis. Ini menunjukkan keterbukaan dan kebijaksanaan baginda membawa manfaat kepada anak-anak Islam ketika itu, walaupun daripada tawanan perang.

Al-Biruni seorang tokoh ilmuwan Islam yang unggul mempelajari bahasa Hindi apabila menjelajah India. Hasil penguasaan bahasa itu, beliau mendapat ilmu dan maklumat mengenai matematik, sains dan perubatan. Kemudiannya ilmu itu diolah supaya selari dengan syarak dan menjadi sebahagian daripada khazanah ilmu kita.

Tamadun Cina sejak awal lagi menghasilkan kertas, mesin cetak dan bahan kimia. Ia amat bermanfaat bagi orang Islam merakamkan al-Quran dan menghasilkan sebuah mushaf (kitab).

Ini menunjukkan keterbukaan Islam dalam tradisi Islam terhadap ilmu-ilmu berbanding yang menyumbang dan bermanfaat dari Barat serta tamadun lain.

Keterbukaan bagi remaja tidak harus menganggap yang Barat itu segala-galanya. Kekaguman kita terhadap kemajuan dan kemodenan mereka harus diiringi keupayaan menyaring supaya sesuatu yang bermanfaat memberi manfaat yang tinggi.

Golongan remaja amat terdedah untuk meneroka ilmu pengetahuan daripada segala benua dan tamadun. Bersikap terbuka kepada hal-hal yang positif menyumbang dan bermanfaat setelah sekian lama menjadi resmi dalam pembangunan tamadun Islam.

Bersikap terbuka bukan bermakna kita menerima apa sahaja daripada mana-mana budaya dan tamadun.

Mengambil ilmu dari Barat dan Timur harus selari dengan kepentingan nilai-nilai Islam yang mendukung kesejahteraan manusia dan keadilan sejagat.

Namun, dalam masa yang sama, remaja tidak wajar bersikap tertutup dalam lingkungan berfikir terbatas sehingga tidak mampu mengolah perubahan zaman.

Perubahan bagi sesuatu zaman harus didukung nilai-nilai yang sifatnya fitrah. Walaupun teknologi berkembang dalam keadaan yang luar biasa, ia selamanya dilihat sebagai alat, bukan matlamat.

Ia digunakan berasakan pertimbangan yang baik dan memberi kebaikan. Usaha membangunkan teknologi tinggi mesti diimbangi dengan sentuhan keinsanan yang tinggi.

Jumat, 15 Oktober 2010

Kunci Kesuksesan Dalam Bisnis

1. Kerja keras, semangat dan dedikasi. Pemilik usaha harus berkomitmen untuk sukses dan bersedia meluangkan waktu dan usaha untuk mewujudkan bisnisnya.

2. Tuntutan pasar belum banyak tersedia. Sebagai contoh bila di satu tempat hanya ada 1 toko roti, maka toko roti lain kemungkinan akan berhasil, dibandingkan dengan apabila di tempat tersebut sudah ada 20 toko roti. Disini pengusaha dituntut untuk jeli melihat pasar.

3. Kompetensi manajerial. Pengusaha kecil yang sukses biasanya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai apa yg harus mereka lakukan. Mereka dapat memperoleh kompetensi melalui training2, pengalaman atau memanfaatkan keahlian orang lain.

4. Keberuntungan. Bagaimanapun keberuntungan tetap berperan menentukan kesuksesan suatu bisnis.