Sabtu, 19 Maret 2011

PERBEDAAN ANTARA SAYANG DAN NAFSU DALAM SEBUAH HUBUNGAN

Kita sering mendengar kata “aku sayang kamu,aku ingin hidup sama kamu” ....hhmmm apa iya seperti itu..
Sebenarnya apa sih rasa sayang itu..kok gak keliatan wujud dan bentuknya,tapi banyak orang yang mengatakan kata-kata seperti itu,bahkan banyak orang yang merayakan...
Mari kita ulas aja apa bedanya nafsu dan sayang..
Menurut pendapat saya sih,sayang itu adalah suatu rasa yang secara tiba-tiba muncul dalam hati karena kedekatan emosional kita dengan orang lain, dari rasa sayang itu akan muncul lagi sebuah rasa yang di sebut dengan cinta.
Tapi menjadi hal yang salah kalo rasa sayang dan cinta harus selalu memiliki, karena sebenarnya yang bukan rasa sayanglah yang membuat kita ingin memilikinya,tetapi nafsu. Nafsu mengatakan kita harus memiliki,bahakan cenderung selalu mengekang orang yang kita sayang, pengen memilkinya selamanya, atau bahkan kita cenderung memaksakan kehendak kita padanya (kecuali untuk masalah kebaikan ya..memang harus kita paksakan).
Sementara rasa sayang itu mengajarkan kita kelembutan, seneng liat dia bahagia meskipun kita tidak bisa memilikinya danharus ikhlas melihatnya sama orang lain. Buat sebagian besar orang mungkin ini teramat sangat susah,termasuk saya sendiri juga seperti itu. Tapi kita juga akan mendapat suatu hal yang lebih ketika kita mampu melakukan seperti itu, bahkan kita akan merasakan sebuah kebahagiaan lebih. Kalau kata pepatah sih “jika kita benar-benar menginginkan cinta, maka cinta lah yang justru akan menghampiri kita”. Lagi pula Allah akan mengganti apa yang telah hilang dari kita dengan yang lebih baik jika kita mampu mengikhlaskannya.
So....sekaraang temen-temen bisa bedain kan antara rasa sayang dan nafsu??...sayang untuk mencari kebahagiaan dan kedamaian,sedangkan nafsu itu mencari kesenangan dan kepuasan. Jadi mulailah sebuah hubungan itu karena Tuhan (I Love Because Allah),insyallah yang diatas sana akan menuntun hati kita.

Intisari surat an nisaa’ ayat 130
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
Maksudnya : tabi'at manusia itu tidak mau melepaskan sebahagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya, kendatipun demikian jika isteri melepaskan sebahagian hak-haknya, maka boleh suami menerimanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar